Sabtu, 21 Maret 2009

Ciri-ciri khas

Untuk informasi lebih lanjut: Spons, Ctenophora, dan Bilateria

Cnidaria membentuk filum hewan yang lebih komplels daripada spons, hampir sekompleks ctenophora (ubur-ubur sisir), dan kurang kompleks dibanding bilateria, yang termasuk hampir semua hewan lain. Akan tetapi, cnidaria dan ctenophora lebih kompleks daripada spons karena mereka memiliki: sel-sel yang diikat oleh penghubung antar-sel dan membran dasar yang mirip karpet; otot; sistem saraf, dan beberapa mempunyai organ pengindera. Cnidaria berbeda dari binatang lain karena memiliki knidosit yang menembak seperti harpun dan digunakan terutama untuk menangkap mangsa dan tambatan pada beberapa spesies.[1]

Seperti spons dan ctenophora, cnidaria mempunyai dua lapisan sel utama yang mengapit lapisan tengah yang mirip jeli yang disebut mesoglea pada cnidaria; hewan yang lebih kompleks memiliki tiga lapisan sel utama dan tidak ada lapisan perantara mirip jeli. Oleh karena itu, cnidaria dan ctenophora disebut sebagai diploblastik secara tradisional, bersama dengan spons.[1][2] Akan tetapi, cnidaria dan ctenophora memiliki tipe otot yang, pada hewan yang lebih kompleks, berasal dari lapisan sel tengah.[3] Sebagai hasilnya beberapa buku teks baru-baru ini mengklasifikasikan ctenophora sebagai triploblastik,[4] dan diperkirakan bahwa cnidaria berevolusi dari moyang yang triploblastik.[3]


Aboral end


Oral end


Mouth


Oral end


Aboral end


Exoderm


Gastroderm


Mesoglea





Digestive cavity


Porifera


Porifera

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan:

Animalia

Filum:

Porifera
Grant in Todd, 1836

Kelas

· †Archaeocyathida

· Calcarea (Calcarea)

· Hexactinellida (Hexactinellida)

· Demospongiae (Demospongiae)

· Sclerospongiae (Sclerospongiae)

Porifera (Latin: porus = pori,fer = membawa) atau spons atau hewan berpori adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana.

Ciri-ciri morfologinya antara lain:

· tubuhnya berpori (ostium)

· tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.

· berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan

Ciri-ciri anatominya antara lain:

· memiliki tiga tipe saluran air, yaitu askonoid, sikonoid, dan leukonoid

· pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit

Porifera hidup secara heterotrof. Makanannya adalah bakteri dan plankton. Makanan yang masuk ke tubuhnya dalam bentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan. Habitat porifera umumnya di laut.



Ctenopora

Comb jellies

"Ctenophorae" from Ernst Haeckel's Kunstformen der Natur, 1904

Scientific classification

Domain:

Eukarya

Kingdom:

Animalia

Phylum:

Ctenophora
Eschscholtz, 1829

Classes

Tentaculata
Nuda



The general Characteristics of the Phylum Ctenophora are:

· Biradially symmetrical, with an oral - aboral body axis .

· Eight rows of ciliated "combs" or ctenes , controlled by an apical sense organ at the aboral pole.

· Incomplete gut (mouth but no anus ).

· No excretory, respiratory, or circulatory systems.

· Diploblastic , with ectoderm and entoderm , and a cellular mesenchyme , which gives, rise to the musculature (some researchers feel that Ctenophores are triploblastic , with a true mesoderm ).

· Adhesive structures called coloblasts (but no cnidoblasts or stinging cells as in Cnidaria ).

· A diffuse nervous system consists of a nerve net, somewhat more specialized than that found in the Cnidaria .

· A cydippid larval stage, monomorphic life cycle, never with a sessile or benthic stage.



Platyhelminthes

Klasifikasi ilmiah

Domain:

Eukaryota

Kerajaan:

Animalia

Filum:

Platyhelminthes

Kelas

· Turbellaria (Turbellaria)

· Trematoda (Trematoda)

· Cestoidea (Cestoda)

· Monogenea (Monogenea)

·

Disebut Þ Cacing Pipih (Flat Worm) dengan ciri antara lain:

• Tubuh simetri bilateral
• Belum memiliki sistem peredaran darah
• Belum memiliki anus
• Belum memiliki rongga badan
Þ termasuk
kelompok Triploblastik Aselomata
• Memiliki basil isap (sucker)

Sistem saraf terdiri dari ganglion otak dan saraf-saraf tepi Þ Saraf Tangga Tali. Beberapa ada yang mempunyai alat keseimbangan Statotista.






Struktur dan fungsi tubuh
Platyhelminthes tidak memiliki rongga tubuh (selom) sehingga disebut hewan aselomata.Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, dan usus (tanpa anus).Usus bercabang-cabang ke seluruh tubuhnya.Platyhelminthes tidak memiliki sistem peredaran darah (sirkulasi).Platyhelminthes juga tidak memiliki sistem respirasi dan eksresi.Pernapasan dilakukan secara difusi oleh seluruh sel tubuhnya.Proses ini terjadi karena tubuhnya yang pipih.Sistem eksresi pada kelompok Platyhelminthes tertentu berfungsi untuk menjaga kadar air dalam tubuh.Kelompok Platyhelminthes tertentu memiliki sistem saraf tangga tali.Sistem saraf tangga taki terdiri dari sepasang simpul saraf (ganglia) dengan sepasang tali saraf yang memanjang dan bercabang-cabang melintang seperti tangga.Organ reproduksi jantan (testis) dan organ betina (Ovarium)
Platyhelminthes terdapat dalam satu individu sehingga disebut hewan hemafrodit.Alat reproduksi terdapat pada bagian ventral tubuh.